Jumat, 29 Mei 2015

Aku Ingin Jatuh Cinta Kepadamu Setiap Waktu.

Aku Ingin Jatuh Cinta Kepadamu Setiap Waktu.

Sejauh ini kamu saja yang ingin kudekatkan pada hidupku. Tak terpikir untuk menjauh darimu. Kamu akan kubawa menghadapi hari-hari melaju bersama rencana-rencana dan penuhnya impianku. Kamu akan kukenalkan kepada bagian-bagian dari diriku yang tak pernah kukenalkan kepada orang lain. Bahkan perihal yang tak pernah kuberitahu kepada orangtuaku sendiri. Kepadamu akan kuceritakan segalanya. Hanya kamu yang kupercayai untuk kujadikan tempat berbagi. Sebab itu, teguhkanlah hatimu kepadaku. Denganku saja kamu akan meneruskan sisa hidupmu. Aku menginginkanmu memilikiku sepenuh hatimu.

Yakinkan dirimu bahwa tak ada satu orangpun yang bisa mengantimu di hatiku. Percayakan kepada dirimu, kamulah yang terbaik untukku. Aku tidak ingin jatuh cinta lagi kepada perasaan selain kepadamu. Cukup sudah perjalanan panjang yang melelahkan selama ini. Aku ingin berhenti di kamu. Aku ingin kamu hanya mencariku dalam hal apa pun. Setiap rindu dan kesepian datang akulah orang yang akan menenangkanmu. Juga jika semua hal terjadi kepadaku. Kamulah penenang segala kecemasanku. Kamu yang akan menguatkan saat lemah menyerang tubuhku. Aku yang akan meyakinkan saat letih mengurai ketabahanmu.  

Jatuh cintalah kepadaku setiap waktu. Berikan aku percayamu untuk menjaga hatimu. Kuyakinkan kamu akulah seseorang yang selama ini mencarimu. Seseorang yang kamu tunggu menemukanmu. Jangan pergi kemana-mana lagi. Jangan melarikan diri dari kehidupan yang kita pilih. Sebab aku ingin tetap waras mencintaimu. Aku ingin tetap menjadikanmu satu-satunya yang kupuja penuh cinta. Abaikanlah segala goda yang membayangimu dengan banyak hal. Kita adalah usaha untuk tetap bertahan sepanjang usia. Berdoalah kepada yang mahakuasa, atas kuasanya kita adalah selamanya.

Dengan percayaku paling dalam. Aku telah memilihmu. Dan ingin jatuh cinta kepadamu setiap waktu yang kupunya. Ingin menjadikanmu seseorang yang menyatu denganku dalam segala doa dan rencana-recana. Aku ingin menjadikanmu teman paling bahagia. Kekasih hidup yang berteguh pada setia. Kita adalah janji-janji yang akan selalu kita tepati. Mendekatlah lebih dekat lagi, dekap tubuhku hingga aku lupa cara untuk pergi. Peluk aku dalam keheningnan malam. Genggam tanganku dalam gempita ruang. Biarlah waktu mengabadikan kita dalam asin dan asingnya hidup. Dalam manis dan pahitnya segala jalan yang kita hadap. Dalam doa dan puja kepada mahakuasa, kau dan aku sebutlah dengan kita sepenuh usia.

Sejak Hari Itu Aku Menganggap Kau Tak Pernah Ada.

Sejak Hari Itu Aku Menganggap Kau Tak Pernah Ada.

   Hidup terus berjalan beriringan dengan waktu yang sering kali menghadirkan ingatan. Banyak hal yang sudah berusaha dilupakan pun pada akhirnya bisa saja kembali datang, membongkar kembali luka-luka yang telah usang. Semua yang pernah dibuang jauh seolah terlempar menjadi sangat dekat. Tiba-tiba kau hadir lagi. Dalam kesempatan yang tak pernah kuingini. Entah sebab apa kau ingin kita bertemu dan bicara. Aku yang sudah berjalan jauh tak berdaya, seolah masih ada yang terasa. Sesuatu yang tersimpan di dada, tenggelam dalam hal-hal yang berbentuk luka.

  Hari itu kau meminta kesempatan lagi untuk memperbaiki segalayang sudah tak layak disepakati. Kau mengatakan semuanya sudah tak perlu lagi dijauhkan. Sempat aku inggin bertanya, bukankah selama ini kau yang menjauhkan?. Namun kupendam saja. Aku tak ingin kau mengira masih ada hal yang tidak aku rasa. Aku tidak ingin kau menduga aku memendam dendam. Aku tak mau kau mengira aku masih menyimpan sayang. Tidak ada sama sekali. Sejak kau memilih pergi dan menyakiti, hatiku bersumpah untuk mati dan tak ingin kau sakiti.

   Aku telah membuang jauh-jauh ingatanku. Sebab mengenangmu hanya menjenuhkan kehangatan hariku. Tidak ada gunanya mengenang sesorang yang sudah tak ingin pulang. Seseorang yang telah memilih mati pada jalan lain. Kam membuat semua yang menjadi harapan, hanya tersisa dalam pedihnya ingatan. Semua keputusan pahit itu lahir atas pntamu. Semua jalan berderai airmata semata kehendakmu pada semesta. Aku yang tertinggal tak pernah kau beri kesempatan untuk mengatur tanggal kapan semua akan kembali. Kau memilih membakar semua hari. Menjadikan kisah kita hanya kasih yang mati.


   Lama aku mencoba membuat semua kembali menjadi lebih baik. Aku inggin kau berkata kita akan hidup lagi. Tapi kenyataannya tidak semanis harap, yang aku dapat hanya pahit yang mendekap. Kau tetap saja betah menjadi dirimu yang tak peduli. Hingga suatu ketika, lelahku tiba juga. Sejak hari iitu aku milih mengganggapmu tak pernah ada. Namun entah angin apa yang membawamu kembali. Kau datang dengan cara yang dangkal, seolah tak pernah ada luka yang kau sesal. Aku tak memendam dendam. Aku sudah memaafkanmujauh hari dengan syarat kau tidak pernah kembali. Sebab, maaf mungkin bisa menghilangkan segala luka, namun tak bisa mengembalikan seperti semua.

Jumat, 15 Mei 2015

Bahagia lah :)




Senyum ku yang selalu kau lihat
keceriaan ku yang selalu kau tau
Tiadakah kau pernah mengerti
Betapa ku menagis betapa ku sedih dan selalu merintih
Dibalik tawa dan keceriaan ini

Perasaan ku yang terpendam
tak sanggup ku mengutarakan
karena ku lihat kau bahagia dengan si DIA

Akankah nanti kau mengerti
tentang senyuman yang ku beri
Tentang keceriaan yang mengiringi

Tak ingin ku kau bersedih
Inginku kau selalu bahagia
Walau sebenarnya itu adalah luka

.."Semoga kau bahagia dengannya"..

aku

 



Aku...
Aku yang selalu bernyanyi lagu tentang kesunyian..
Aku yang menyanding sepi di setiap malam..
Dan aku cerita hening kesendirian..

Tangis dalam tawa ku bersembunyi..
Sepi dalam keramaian aku menepi..
Sedih dalam bahagia ku ratapi
Dan cinta dalam harap ku rindui..

Tuhan..
Adakah bahagia kan menjemputku..
Kata syank menggantikan namaku..
Bidadari cinta temani langkahku..
Dan kapankah 1 menjadi 2 bagiku..


""..Aku percaya suatu saat nanti cinta itu hadir di hidupku,meski bukan saat ini atau pun besok..tapi aku kan terus percaya dan mencoba percaya..."