Kamis, 16 April 2015

Maha Suci Allah part II

Monumen Arc de Triomphe di Perancis yang dibangun masa Napoleon merupakan kembaran yang membentuk garis imajiner dengan Ka`bah di Makkah.


Perancis dan Mesir memiliki keterikatan sejarah, politik, hukum dan budaya yang sangat erat sejak ratusan tahun yang lampau, khususnya ketika Kaisar Prancis, Napoleon Bonaparte berhasil menguasai teritorial Mesir, Suriah dan Afrika Utara dalam rangka ekspansi politik, perluasan wilayah dan eskpedisi ilmu pengetahuan. Kebijakan ini dimulai tahun 1789 dan berakhir tahun 1801 ketika Napoleon kembali ke Paris, The City of Light, ibukota Perancis.
Fakta sejarah mencatat bahwa ‘Sang Penakluk Eropa’ itu menetapkan sistem hukum Perancis (Napoleonic Civil Code) dan membangun monumen Arc de Triomphe (Pintu Gerbang) di tahun 1803 setelah kembali ke Paris pasca penaklukan tersebut.


Monumen Arc de Triomphe yang juga disebut Voie Triomphale (Jalan Kemenangan) terdiri dari dua bangunan utama, yakni Arc de Triomphe de l’Étoile dan Arc de Triomphe du Carrousel yang mengapit jalan Champs–Élysees dalam posisi tegak lurus sempurna serta berfungsi sebagai Axe Historique (Garis Imajiner) yang membelah kota Paris.
Hal yang paling menarik dari Axe Historique ialah jika kita terus menarik garis lurus dari Arc de Triomphe du Carrousel ke Arc de Triomphe de l’Étoile kemudian ke luar kota Paris searah timur-tenggara maka garis imajiner itu akan melewati negara Swiss, Italia, Yunani, lalu melintasi Laut Mediterania, Mesir dan berakhir di Makkah, Saudi Arabia. Makkah merupakan kota suci dan kiblat ummat Islam di seluruh dunia.
Menurut Marion Latimer, seorang mualaf asli Paris dan peneliti di World Arab Institute, maksud tersembunyi dari Napoleon dalam membangun monumen megah Arc de Triomphe ialah untuk menghubungkan pusat kota Paris dengan kota Makkah secara imajiner. Bahkan, Marion menyatakan bahwa pasal-pasal dalam Napoleonic Civil Code itu senapas dengan syariah Islam.
Analisis ini diperkuat dengan bukti adanya patung Quadriga yang berdiri tegak di atas monumen Arc de Triomphe du Carrousel dan semuanya mengarah ke timur-tenggara, arah kota Makkah. Patung Quadriga ini terdiri dari patung besar manusia dan empat ekor kuda yang diapit oleh dua malaikat emas dalam ukuran sebenarnya.
Analisa dan fakta tersebut terungkap ketika Marion berdialog dengan Hanum S. Rais, penulis novel berjudul “99 Cahaya di Langit Eropa, Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa” ketika berkunjung ke pusat kota Paris.
Hubungan erat antara kedua negara juga terlihat dari monumen Mesir Kuno bernama Obelisk Luxor yang terletak satu garis lurus dan berada di antara kedua monumen Arc de Triomphe. Monumen berusia 3.300 tahun seberat 250 ton dan setinggi 23 meter yang berbentuk menara pensil ini merupakan bagian dari obelisk kembar yang menjaga gerbang Kuil Luxor di Mesir.
Bangunan tersebut dihadiahkan oleh Penguasa Mesir, Muhammad Ali Pasha pada tahun 1829 namun baru diterima oleh Raja Perancis, Louis Philippe pada tahun 1836 karena lamanya waktu yang diperlukan (7 tahun) dan rumitnya teknologi untuk memindahkan Obelisk dari Mesir ke Perancis. Monumen ini baru dapat didirikan tepat di tengah-tengah alun-alun Place de la Concorde pada tahun 1940.
Dengan demikian, terdapat relasi historis dan hubungan interaktif yang sangat erat antara Perancis dan Mesir sejak ratusan tahun yang lampau, khususnya setelah Napoleon berhasil menguasai Mesir, Suriah dan Afrika Utara.
Hal ini menjadi salah satu penyebab utama pemerintah Perancis ikut serta secara aktif dalam menyelesaikan krisis politik dan kemanusiaan di Mesir pasca kudeta militer terhadap Presiden Muhammad Mursi.
Presiden Perancis, Francois Hollande menyatakan bahwa Perancistidak dapat menerima tindakan kekerasan militer Mesir terhadap pengunjuk rasa damai pendukung mantan Presiden Muhammad Mursi. “Ini tidak dapat diterima bahwa kekerasan keji seperti itu terjadi di Mesir,” tegas Hollande saat menyambut Menteri Luar Negeri (Menlu) Saudi Arabia, Pangeran Saud Al-Faisal, di Prancis.
“Terdapat tanggung jawab bersama antara negara-negara Arab dan Eropa, termasuk Perancisuntuk memastikan pihak berwenang di Mesir mengizinkan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) dalam waktu segera,” ujar Hollande kepada mitranya dari Saudi Arabia dan Qatar.
Pernyataan tersebut diperjelas lagi oleh Menlu Prancis, Laurent Fabius yang menuntut agar pihak militer segera mengembalikan sistem politik ke proses demokrasi dan mewujudkan dialog konstruktif antar semua faksi politik. “Perancistelah mengambil catatan dari komitmen pemerintah Mesir untuk melaksanakan road map transisi politik yang menetapkan tujuan membangun negara demokratis yang menjamin kebebasan dan keadilan bagi semua orang Mesir,” ujar Philippe Lalliot, Juru Bicara Menlu Prancis.
“Mengingat bahwa Mesir adalah penjamin perdamaian di kawasan itu, kondisi saat ini menjadi lebih mengkhawatirkan. Pembatasan maksimum harus ditunjukkan jika risikonya adalah kelompok ekstrimis akan mengambil keuntungan dari situasi dan akan mengakibatkan dampak sangat serius,” ujar Fabius.
Dengan demikian, kebijakan luar negeri Perancis terhadap Mesir menitikberatkan pada sikap menolak segala bentuk tindakan kekerasan yang dilakukan oleh militer terhadap para demonstran damai pendukung mantan Presiden Mursi serta menuntut agar militer segera mewujudkan peta jalan guna mengembalikan proses demokrasi.
Namun Perancis juga bersikap ambigu karena mendukung pihak militer untuk membatasi secara maksimum aksi damai para demonstran jika dikhawatirkan kelompok ekstrimis akan memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari aksi unjuk rasa tersebut.
Jika Perancis sungguh-sungguh mendukung pelaksanaan Hak Asasi Manusia (HAM) di Mesir maka tidak boleh ada pembatasan terhadap aksi demonstrasi kecuali bila terjadi pelanggaran terhadap ketertiban umum.
Perancis pun tidak pernah memberikan tanggapan terkait aksi kudeta militer sehingga diragukan sikapnya terhadap demokrasi. Jika Perancis benar-benar mendukung sistem politik demokrasi maka sudah sepatutnya bersikap tegas menolak kudeta militer.
Sikap ambigu dan pragmatis Perancis tersebut berakar dari sejarah panjang pemerintahan Perancis sendiri yang sering mengalami pasang surut dalam sistem demokrasi dan HAM. Trauma rakyat terhadap pemerintahan teror pimpinan Robespierre yang telah memvonis mati puluhan ribu keluarga kerajaan, bangsawan, kaum borjuis, dan rohaniwan Perancis pasca revolusi telah menimbulkan antipati dan rasa trauma mendalam.
Hal ini menimbulkan dukungan Perancis terhadap HAM bagi seluruh warga sipil kecuali terhadap kaum ekstrimis yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi rakyat.
Apalagi, Perancis sempat diakui keperkasaannya oleh dunia internasional selama berpuluh-puluh tahun ketika berada di bawah pimpinan Kaisar Napoleon yang notabene menerapkan sistem monarki konstitusional, bukan sistem demokrasi.

Maha Suci ALLAH

Hijab Bunda Maria Bertuliskan ‘Laa Ilaaha Illallah’


 

Ini bukan cerita bualan alias “hoaks”. Dalam sebuah lukisan, sosok Bunda Maria sang Perawan Suci dalam agama Kristiani memang begitu anggun dengan baju kebesarannya, pun dengan hijab yang selalu bergelayut di kepalanya. Namun dalam lukisan yang satu ini, anda akan dibuat terperangah hebat oleh inskripsi arab yang terdapat di tepian hijab yang dikenakan Bunda Maria.


 

Coba lihat hasil zoom di atas, apa yg telah di lingkari, itulah yang dimaksud lafadz Syahadat.
Seperti halnya anda, Hanum Salsabila Rais, puteri dari Amien Rais sekaligus penulis buku 99 Cahaya Dilangit Eropa sempat dibuat tercengang ketika mengetahui bahwa inskripsi arab yang mengukir di tepian kain hijab yang dikenakan Bunda Maria itu adalah lafaz tahlil ‘Laa ilaaha Illallah”
Dalam bukunya, Hanum memaparkan kisah perjalanannya menjelajahi jejak peradaban Islam yang ada di Eropa. Ia bersama suaminya, Rangga Almahendra membelah peradaban Islam dari Eropa Barat hingga Eropa Timur. Sesampainya di Paris, Hanum pun dibuat tercengang oleh beberapa peninggalan dari peradaban Islam di kota ini dulunya.
Museum Louvre, adalah tempat penyimpanan berbagai benda berharga milik Perancis. Di Museum inilah, lukisan Monalisa yang terpopuler itu berada. Dan disini pula lukisan menakjubkan yang dimaksud Hanum itu berada.
Adalah lukisan karya Ugolino berjudul “The Virgin and The Child” dimana dalam lukisan itu nampak sosok Bunda Maria sedang menggendong “Yesus” bayi. Yang mencengangkan, di hijab Bunda Maria dalam lukisan itu terdapat tulisan Arab Pseudo Kufic. Yang setelah diteliti oleh peneliti Arab World Institute, ternyata tulisannya adalah Laa Ilaaha Illallah. Hanum juga mendapati banyak tulisan Arab Kufic di lukisan artefak umat Khatolik. Termasuk tulisan Arab Kufic di jubah seorang raja Katolik taat yaitu Raja Roger II of Sicily dari Austria.
Marion, sahabat Hanum  yang juga seorang  peneliti peradaban Islam Abad Pertengahan yang ahli membaca tulisan Arab Kufic menjelaskan bahwa dulu Timur Tengah dikenal dengan ilmu pengetahuan, seni dan budayanya. Sehingga banyak orang Eropa bepergian ke Timur Tengah dan membeli kain, permadani, lukisan dan lain sebagainya. Dalam barang-barang yang diperdagangkan itu seringkali terdapat tulisan tauhid seperti di atas dan akhirnya ditiru oleh orang-orang Eropa.
Tak hanya soal hijab Bunda Maria yang bertuliskan lafaz “Laa Ilaaha Illallah” Hanum dan Marion membeberkan fakta tentang Axe Historique atau Voie Triomphale yang bermakna ‘Jalan Kemenangan’ yang mereka kaitkan dengan keberadaan bangunan bersejarah di kota Paris itu dengan Mekkah.  Bangunan-bangunan dan lokasi bersejarah di Paris yaitu Monumen le Defense, Arc du Triomphe de l’Etoile, jalan Champ Elysees, Tugu Obelisk, Arc du Triomphe de Carrousel dan Museum Louvre disebut berada pada satu garis lurus dan garis tersebut mengarah ke Ka’bah (Makkah), Arab Saudi.
Jika  ditarik garis lurus Axe Historique ke timur, terus keluar kota Paris dan terus menembus benua lain, ternyata bisa menembus Makkah. Tepatnya Negara pertama di timur tenggara Paris adalah Swiss, di bawahnya adalah Italia, kemudian Yunani. Menyeberangi Laut Mediterania, ada Mesir, lalu Arab Saudi dan Makkah. Dan itulah jalan kemenangan yang dimaksud yaitu Makkah, Kiblatnya umat Islam.
“Maha suci Engkau. Dunia ini bagaikan samudera tempat banyak ciptaan-ciptaanNya yg tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai nakhoda perjalannanmu dan sabar sebagai jangkar dalam setiap badai dan cobaan” (Ali bin Abi thalib ra).


Rabu, 15 April 2015

Fakta Cewek

Fakta Cewek lebih ganas daripada Pria.


1. Cewek sekarang lebih berani memakai HotPan di depan umum, apalagi dengan model "Nama" pakaian "U Can See (But Don't Touch)" yg sengaja menyesatkan kaum hawa ke Neraka... !!!
Coba kalau cowok pakai celana pendek plus kaos oblong main ke Plasa, bisa di bilang apa ???
2. Cewek sekarang kalau naik motor sudah berani kencang, 120km/jam.
Coba kalau cowok naik motor kencang pasti dibilang: "Balapan liar tuh, ada geng motor".
3. Cewek sekarang kalau dugem plus ajeb-ajeb pasti dibilang: "Gaul gitu coy !".
Coba cowok kalau dugem plus ajeb-ajeb, pasti di bilang: "Preman, Hidung belang".
4. Cewek sekarang sudah berani ribut antar sekolah.
Coba cowok kalau ribut pasti di bilang: "Tawuran".
NB: Apalagi di wilayah benua barat sana sudah ada cewek yg berjalan di muka umum sambil bertelanjang dada layaknya kaum pria.
Naudzubillah summa naudzubillahi minzalik.
Inilah bukti di jaman sekarang yg membuktikan semakin bobroknya kaum perempuan.
Apakah ini Emansipasi yg kebablasan ?
Semoga cewek yg memiliki sikap, pikiran, & hati santun nan mulia bisa kembali lebih banyak di banding cewek yg tak lagi memiliki moral. Aamiin.

Hatiku Masilah MilikKu

Hatiku Masilah MilikKu

Mungkin kau benar, saat ini aku hanya sedang berpura-pura kuat melalui hari tanpamu. Namun, pahamilah, aku memang sudah memilih jalan melupakanmu. Pelan-pelan, semua perasaan itu akan menghilang. Dan tidak akan pernah lagi kubiarkan kau pulang untuk mengulang. Keputusan ini memang teramat berat. Aku harus menjadi orang yang paling kuat. Pada saat yang sama, aku begitu lemah setelah semuanya kau buat patah. Semua harapan yang pernah kubangun kau urai dan berderai. Berkeping-keping menjadi luka-luka yang setiap saat terasa menyiksa. Dengan sisa-sisa semangat, aku mencoba kembali bangkit. Sebab hidup terlalu sia-sia dihabiskan dengan rasa sakit.

Kau boleh tertawa sesukamu. Merayakan kemenanganmu atas luka-luka yang mengirisku. Kau boleh tersenyum bangga jika puas membuatku merasa sakit. Sungguh aku tidak akan marah dan benci. Bagiku semuanya sudah berlalu. Sudah kupastikan kau hanya akan dikenang sebagai masa lalu. Cinta yang pernah ada kini hanya sebatas kata-kata. Perasaan itu tak akan lagi tumbuh. Sebab terlalu mati ia saat kau memilih membunuh. Tetaplah tertawa atas segala lukaku. Biarku sembuhkan pelan-pelan semua yang teriris sendu. Meski harus berpura-pura baik tanpamu. Aku tak akan meminta lagi kau bahagiakan.

Biarku tanggung semua rasa sesak yang menggunung. Biarlah aku yang pergi membawa sekelebat perih di hati. Pelan-pelan, aku percaya, semuanya akan benar-benar baik kembali. Hari ini mungkin aku masih pura-pura bahagia tanpamu. Kelak, setelah semakin jauh jalan kutempuh, luka-luka itu akan kembali sembuh. Dan sungguh, aku tidak akan pernah lagi menginginkanmu kembali membuat semuanya utuh. Sebab, bagiku menyembuhkan luka sendiri jauh lebih baik daripada bertahan tapi dilukai.

Kepada kamu yang begitu berbangga diri telah melukaiku. Jujur kuakui sulit memang melupakanmu. Hal yang tidak kumengerti adalah mengapa orang yang paling menyakiti yang lebih mudah diingat kembali? Mengapa orang yang membuat begitu dalam luka, yang lebih susah untuk membuat lupa. Tapi ada yang aku yakini melebihi kehebatanmu melukai. Hatiku masihlah milikku. Masih aku yang berhak atasnya. Itulah sebabnya aku menjauh dan menutup mata atas segala rayuan belakamu. Cukuplah sedih yang pernah kupilih sebab mencintaimu. Sebab sudah terlalu lelah hati mengerti kamu. Kini, aku hanya perlu menikmati pelan-pelan. Hingga semua kesakitan yang pernah ada hanya menjadi senyuman saat kembali pulang sebagai ingatan.

Tetaplah di sini

Tetaplah di sini meski banyak hal yang tidak kita sepakati.


Aku tahu kamu juga merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasa. Kita tidak selalu sepakat untuk semua hal memang. Ada hal-hal yang kadang membuat kita tidak sepandangan. Namun, pahamilah, bukan di sana inti dari kebersamaan kita. Kamu memang tidak harus meng-iya-kan hal yang sebenarnya dalam hati tidak kau setujui.  Kau boleh saja menolak apa yang aku katakan. Aku pun boleh saja tidak setuju pada idemu. Hal yang wajar saja untuk dua orang yang berbeda. Dengan tubuh dan kepala yang berbeda. Tentu akan memiliki pandangan yang berbeda pula. Hanya saja, cara penyampaiannya yang perlu kau dan aku perhatikan. Sebab, salah cara penyampaian bisa jadi salah penerimaan. Efeknya, salah paham.

Kau pernah melihat orang-orang di luar sana. Mereka yang bertengkar di pinggir jalan. Bertengkar di tempat keramaian. Tidak peduli apa pun yang dinilai orang. Mereka saling menyalahkan satu sama lain. Tak jarang dengan nada suara yang melengking. Terdengar kemana-mana. Meski bagi sebagian orang, pertengkaran sepasang kekasih di pinggir jalan adalah tontonan yang menarik. Tetap saja itu bukan hal yang baik. Terutama untuk sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Kalau memang langsung putus, ya, mungkin tidak terlalu masalah. Satu masalah selesai. Bagaimana kalau ternyata, kembali menyadari mereka tidak seharusnya bertengkar. Lalu saling memaafkan. Baikan lagi.

Kemudian datang lagi ke tempat-tempat di mana mereka saling menyakiti. Dilihat banyak orang-orang. Bertemu dengan orang-orang yang sama. Bukankah itu hanya cara untuk mempermalukan diri sendiri? Itulah mengapa, saat tidak sependapat pun kita harus menyampaikannya dengan baik. Aku paham, kelemahanku kadang tidak bisa mengendalikan nada suaraku. Namun, kalau kau juga sudah paham kelemahanku. Harusnya kamu mengingatkan, kalau pun kita berbeda pendapat, kita tetap harus bicara dengan nada suara yang stabil. Jangan ikutan naik pitam, lantas semua perbedaan yang bisa jadi hanya hal sepele, terbakar dan membesar. Lalu tanpa kita sadari menghanguskan kasih sayang yang kita jaga selama ini.

Kau harusnya percaya satu hal penting dalam hidupku. Meski kita kadang berbeda pendapat. Meski tidak semua hal bisa kita jalani dengan baik. Kau adalah seseorang yang ingin tetap kucintai. Hanya kamu kekasih hati yang kupilih menemani hidupku sampai nanti. Tidak pernah ada niat untuk menyakiti hatimu dengan sengaja. Kalau pun kita menempuh banyak krikil di perjalanan kisah kita. Tetaplah menggenggam tanganku. Yakinkan dirimu bahwa apa pun yang terjadi kita hanya perlu belajar saling memahami. Tetaplah di sini, di hatiku yang akan selalu menjadi tempatmu kembali. Sebab, bagiku juga begitu. Hatimu adalah tempat kembali setelah lelah panjang memperjuangkan hal-hal yang ingin kunikmati bersamamu di masa depan nanti

Hujan Terakhir Bersamamu



HUJAN TERAKHIR BERSAMAMU.

Laki-laki ini mencengkram erat kepalanya. Ditengah hujan, dia masih  harus mengalami perdebatan sengit antara hati dan otaknya. Bay, begitu Laki-laki ini  disapa. Menangis di tengah hujan yang deras  memang efektif karena tetesan air matapun takkan terlihat.

Bay berjalan di koridor kelas dengan lesu. Bagaimana tidak, fikirannya benar-benar sedang kacau,  apalagi kalau bukan karena cinta. Tepatnya karna Mela si gadis cantik yang mempesona itu, Mela sebenarnya gadis biasa, hanya saja cinta yang membuat Mela terlihat tak biasa dimata Bay. Mungkin bay melihat mnggunakan mata hati Mungkin.

Tak ada yang buruk dari mengenal mela. Hanya saya Mela terlalu untuk bay. Terlalu baik, terlalu cantik, terlalu Pintar.. Nyaris sempurna. Dulu, bay tidak suka pada Mela bahkan bay membencinya. Tapi sekarang ??  Ia menyukainya. Atau mencintainya munkin.
“Bay kamu baik-baik saja ??”  Suara itu suara yang sudah tak asing lagi di telinga Bay. Dan benar saja ketika Bay melihat siapa orang itu ternyata mela.

“aku ? Aku baik-baiksaja.” Jawab Bay. Sungguh dibalik kata baik-baik saja ada kata tidak dalam keadaan baik yang tersembunyi.  Yah itu memang kebiasaan Bay yang sering menutupi prasaan sedihnya

Seperti biasa Bay duduk disamping Ricky. Ricky adalah laki-laki yang pintar, tampan dan mudah bergaul. Ricky adalah sahabat Bay, ia sering bercerita banyak tentang Mela dan meminta saran kepada Ricky .

Waktu itu hujan sangat lebat. Bay dan Ricky menunggu hujan itu berhenti. Ricky sibuk mengamati hujan, sedangkan Bay justru menikmatinya. Aroma hujan, Bay selalu menyukai itu. Rintikan hujan mengalun seperti sebuah musik ditelinganya. Bay menikmati itu sampai dia tahu bahwa Mela memberikan jaketnya untuk Iqbal. Bay benar-benar cemburu hingga dia lepas kendali “Bay maaf, aku enggak mau semua berakhir sampai disini ??”

Bay sempat bingung dengan isi pesan singkat mela. Kata-katanya sedikit sulit untuk dicerna oleh otaknya. Bahkan butuh waktu yang sedikit lama untuk memikirkan kata-kata Mela. Tetapi akhirnya Bay menjawab “Apa yang berakhir?? Nggak ada yang berakhir. Semua akan sama seperti dulu maaf, tadi aku emang lagi emosi. Jangan berlebihan menanggapinya. Nothing gonna change mela, trust me. Tiba-tiba Bay tersadar dari lamunannya karena guru sudah memasuki kelas.

Lagi-lagi matanya kembali menangkap sosok mela. Mela sibuk dengan laki-laki itu. Target baru mungkin. Bay pura-pura tidak mempedulikannya. Bay harus fokus ini demi mimpinya juga kebahagiaannya.

Jam tambahan pun berakhir. Semua anak-anak sibuk mengobrol sana-sini membicarakan rencana mereka sepulang jam tambahan. Bay sedang fokus membereskan buku-bukunya. Memastikan bahwa tidak ada satupun barangnya yang tertinggal. Tapi tiba-tiba sosok itu mengusiknya, lagi.

“Tidak , Hanya inggin melihat kamu Bay yang fokus benar-benar lain ya.” Bay mengangkat sudut bibirnya ketika mendengar kata-kata Mela. “Eh ?? Bay tersenyum “ Setelah mendengarnya, Bay segera merubah raut wajahnya. Bay menyesali senyumannya tadi. Harusnya ia tidak memberikan senyuman berharganya itu kepada Mela Si pemberi harapan Palsu.

“Bay, ada yang mau aku bicarakan kita keluar sebentar yah” . Bay dan Mela keluar bersama sebelum teman-temannya melihat. Ketika Mela mengajak Bay mengobrol ditempat teduh, Bay menolaknya. Bay beralasan kalau saat ini hanya hujan. Hujan air dan lagi pula Bay suka hujan.

“Mau bicara apa??” Tanya Bay
“Kamu kenapa ?? Akhir-akhir ini kamu menjauhiku. Kamu nggak pernah mengirimku pesan singkat. Bahkan seperti kamu membenciku. Aku salah apa sama kamu??” jawab Mela yang kembali bertanya
“Semuanya sudah berakhir”
“Berakhir? Maksudmu? Apa yang berakhir?
“Kita”

Beberapa menit kemudian Bay meralat kata-katanya “maksudku bukan kita. Tapi aku dan kamu. Bukankah aku dan kamu tidak akan pernah menjadi kita ?”
“Kamu ini bicara apa Bay. Siapa yang bilang kalau kamu dan aku tidak akan pernah menjadi kita ?”
“Takdir. Takdir memang tak pernah berkata tentang hal itu. Tapi, takdir menunjukannya.”
“Takdir tak pernah menunjukkan itu Bay!!” Jawab Mela tegas
“Tak pernah ? Bagaimana dengan kebudayaan kita ? Bukankah itu cukup menunjukan kalau kita tidak bisa bersama? Kamu lembut aku keras, kamu api sedangkan aku air. Kita berbeda, bahkan jika kita bersama maka kita akan menghancurkan satu sama lain.”

Hujan semakin deraass. Sebanyak air hujan itulah air mata Bay yang ditahannya. Mungkin untuk terakhir kalinya, Bay inggin Mela mengingat senyumannya, bukan tangisnya.
“Kenapa kamu menginginkan ini berakhir?? Bukankah terlalu awal mengakhirinya ??” tanya Mela
“Aku?? Aku tak pernah mengatakan inggin mengakhiri semuanya. Sekali lagi, mungkin lidah mu terlalu keluh untuk mengatakan bahwa semua ini telah berakhir. Tetapi kamu berhasil menunjukan. Kamu menunjukan tanda-tanda bahwa kamu ingin mengakhirinya.” Jawab Bay

“Bay, Dulu aku kan pernah bilang kalau aku enggak mau....” Ucap Mela terpotong karena Bay segra menjawab
“Itu dulu, Sekarang ???, tanda-tandanya sudah jelas bahwa kamu inggin mengakhirinya.” Jawab Bay

Hening. Mela  tidak bisa menjawab apa-apa lagi. Tak pernah terfikirkan oleh Mela kalau Bay akan mengatakan hal-hal seperti ini. Mela tak tahu apa yang membuat Bay berubah seperti ini

“Lagipula, kamu sekarang udah punya pacar, kan ??” kata Bay yang seperti inggin menyindir Mela “Pasti kamu bingung aku tahu dari mana kalau kamu sudah punya pacar.” Sambung Bay  sambil memaksakan senyum pada wajahnya.

“Passtinya. Kamu ini jangan-jangan penguntit aku yah.” Mela benar-benar tertawa lepas dengan jawwaban tadi. Bahkan Bay ikut terkekeh dengan jawaban Mela.
Tiba-tiba  Bay berhenti tertawa. Dia memperhatikann Mela yang masih tertawa lepas. Mungkin ini terakhir kalinya Bay melihat Mela tertawa karnanya dan bersamanya. Bay menatap wajah Mela lekat-lekat. Ia mencoba mengingat setiap lekuk wajah Mela. Jika Tuhan tak mengizinkannya untuk memiliki Mela, maka biarkanlah Bay memiliki kenangan tentang Mela. Tetapi Bay tak inggin mengingatnya kenangan ini setiap saat. Biarkanlah hujan menyimpan kenangan antara Bay dan Mela.

Tanpa sadar Bay menitihkan setetes air matanya. Dia berbalik membelakangi Mela. Pundaknya bergetar hebat. Tangisannya benaar-benar tak bisa ditahan lagi. Suara tangisannya pecah diantara lebatnya hujan. Mela segera menghentikan tawanya. Dia menatap punggung itu. Punggung laki-laki yang sempat menjadi tempat pertama saat sedih maupun senang. Mela tahu betapa rapuhnya laki-laki ini.

Bay segera menghapus air matanya. Mengatur suaranya agar tak bergetar saat berbicara dengan denis nantinya. Bay membalikan tubuhnya dan tersenyum kaku saat melihat Mela. Mela membalas senyuman Bay dngan tulus. Bay tak tahu harus bagaimana atas seuatu yang telah berakhir. Yang terbesit dibenaknya adalah betapa bodohnya dia. Bay juga tahu bahw hujan akan membawanya pada kenangan antara dia dan Mela, tetapi pada saat hujan berhenti kenanggan itu sedikit demi sedikit akan menghilang.

Bay beranjak dari tempatnya. Begitu juga dengan Mela. “Sepertinya aku harus pulang, hujannya semakin deras dan kamu juga harus pulang” kata Bay

“Aku harap setelah hujan ini akan ada pelangi. Pelangi yang menghubungkan aku dengan pasanganku, dan kamu dengan pasanganmu.” Sambung Bay

Bay pergi meninggalkan Mela lebih dahulu. Bay kini sadar bahwa tak selamanya putri baik untuknya. Dan hujan? Terimakasih untuk hujan karena bersedia menjadi pengingat kenangan yang aku miliki


Terimakasih sudah membaca ^_^


Memory 18 juni :’) 

Someone

 


SOMEONE

Bolehkah aku menjadikanmu puisi dalam hidupku ..
Merangkaimu dalam bait-bait indah mata ini melihatmu ..
Menuangkanmu dalam ibarat tertinggi aku mendambamu..
Dan melantunkannya dalam sajak merdu seperti suaramu ..

Bolehkah aku menjadikanmu hari dalam hidupku ..
Membawamu dalam pagi untuk menyapaku ..
Dalam siang untuk menemani langkahku ..
Dalam senja untuk menyambut ku pulang dari siang kelelahanku ..
Dan menawanmu dalam malam untuk merindukanku ..

Dan bolehkah aku menjadikanmu hanya untukku ..
Menyiksamu dengan pelukan dan dekapanku ..
Merantaimu dengan kesetiaan agar tak lari dariku ..
Dan memasungmu dalam ruang waktu bersamaku hingga waktu menjemput cerita kita di ujung nafasku..


harap ku





Ingin ku sematkan cincin di jari manismu ..
Ku rangkai kata pinta manis menyanjungmu ..
Ku rengkuh waktu setia ucap janjiku ..
Saat ini dan selalu ..
Kita kan bangun megahnya istana kebersamaan ..
Asamnya pertengkaran ..
Manisnya kemesraan ..
Tawa, cinta , tangis dan kedukaan ..
Lengkapi langkah kita di keabadiaan ..
Kamu dan aku kan hadirkan malaikat kecil kita ..
Kamu menyayanginya dan aku menjaganya ..
Kita kan bermain bersama ..
Dan kita kan taruh cinta , cita, dan harapan padanya ..
Untuk mimpi kita arti cinta saat kita panggil namanya ..
Kasihku ..
Maukah kamu ahiri cinta ini ..
Dan kita ukir cinta yang baru setelahnya ..
Masih dalam kita di pinangan hati untuk ku benar menyayangimu dan tak mau kehilanganmu ..

" HARAP KU " 

Yanuar I 21/12/2014

PRESIDEN



                                                                PRESIDEN 


Apa aku bisa layaknya PRESIDEN Soekarno mampu mengukir senyum bangsa ini saat memproklamasikan kemerdekaan ,?
Saat ku memberanikan diri memproklamasikan secarik kata hati ini untukmu ..
Dalam harap tanda senyummu menjawab harapku ..


Apa aku bisa layaknya PRESIDEN Soeharto yang tangguh , keras dan keangkuhan ..
Saat ku mencoba mimilikimu , menjajah setiap hari dalam hidupmu , hingga ku sanggup merampas semua rindu ,kasih , sayangmu hanya tuk diriku ..


Namun ,
Aku sadar akan diriku, aku tak mungkin seperti PRESIDEN Habibi yang bisa membuat pesawat , untuk menerbangkanmu memetik setiap indah bintang ,
Menemanimu memeluk bulan di sabitnya dalam senyuman ..


Aku hanyalah aku ..
Pemimpi yang berharap menjadi PRESIDEN di negeri hatimu ..
Memberimu setiap pasal agar kau tak lepas dariku ..
Memenjarakanmu dalam waktu seumur hidupmu di sampingku ..
Hingga lepas nafas terahirku di ahir jabatanku..


FOR SOMEONE :))

Beruntungkah bila seseorang memilikiKu


Beruntungkah bila seseorang memilikiku ..?
Memiliki setiap kekurangan dan kelebihan jika aku punya ..
Memiliki setiap jengkal hidupku walau takada istimewa menghiasiku..
Memiliki setiap sandaran ragaku dan untaian kata yang ku punya ..

Setiap orang bilang untuk semua hati yang meninggalkanku ..
Dia bukan orang yang baik untukmu ..
Namun aku menjawab ..
Bukan dia yang tak baik untukku tapi aku yang tak baik untuknya ..
Arti dari kerendahan tahta ku di matanya ..
Arti dari kelemahanku tak bisa menjaganya ..
Arti dari kekuranganku tak bisa melengkapinya ..

Ada yang bilang betapa beruntungnya jika memilikiku ..
Namun nyatanya itu hanyalah sekedar kata penghibur dan lekas tuk berlalu ..
Ahh ..
Buat apa ku menyesali adanya aku dan waktuku ..
Biarlah yang datang ingin berhenti atau berlalu ..
Hingga ku tertambat di sebuah dermaga tulus tempat berlabuh ..
Menerima dan menemani sisa waktu di hidupku .

Selasa, 14 April 2015

Jika terlalu rindu .

Jika Terlalu Rindu.


Terlalu rindu seringkali menjelma hal-hal yang tidak biasa. Semisal tiba-tiba dihantui ketakutan akan kehilangan kamu yang berlebihan. Kalau sudah begini. Aku harus menenangkan diriku dengan lebih. Bahkan tak jarang, aku didatangi mimpi yang aneh. Yang membuatku menghela napas panjang saat terbangun. Sungguh, rindu kadang menjelma hal-hal yang menyeramkan. Namun, aku selalu ingin menenangkan diri. Aku paham, rindu yang tak terkendali bisa saja melukai hati. Bisa saja menjadi penyebab kesalahpahaman.  Itulah mengapa, saat aku merindukanmu, aku ingin mengatakan secepatnya. Karena dengan begitu, setidaknya, perasaanku bisa lebih tenang.  Meski rindu tak juga berkurang.

Jarak adalah satu-satunya hal yang harus kita kutuk. Namun apalah daya, kita tak pernah benar-benar bisa membuatnya seketika takluk. Aku tidak bisa berada di sampingmu saat ini juga. Saat rindu terasa semakin bergelora. Aku tak bisa menembus angin, lalu berdiri di sampingmu saat kau ingin. Kalau sudah rindu begini, aku hanya bisa mengabarimu. Atau memendam perasaanku sendiri. Dan rindu terasa semakin menyesakkan. Apalagi jika kau sibuk dengan duniamu. Kau sibuk dengan pekerjaanmu yang memang harus kau jalani pada jam tertentu. Mau tidak mau aku harus menerima. Aku tidak seharusnya menyalahkanmu. Itu bagian dari tuntutan hidupmu. Hanya saja rindu kadang membuat diri tak terkendali.

Satu hal yang aku mengerti; saat rindu sudah terlalu menumpuk di dada ini, aku hanya perlu meyakini, di sana kau juga merasakan hal yang sama. Kita hanya perlu berdoa sampai saatnya kita punya waktu berjumpa. Untuk saat ini biarkan rindu menjelma menjadi doa-doa. Menjadi energi yang menumpuk di tubuh kita. Mengajari banyak hal tentang bagaimana tabah dalam hal mencintai. Dengan begitu, kita bisa merasa lebih tenang. Percayalah, segala yang dijalani dengan tabah akan membawa kita kepada kemenangan yang indah. Tetap jaga hatimu di sana, kujaga rinduku padamu seutuhnya.

Tetaplah mengadu pada Tuhan, jika kita sudah merasa tidak tahan untuk menunda pertemuan. Sebab semua yang terasa tak akan pernah ada jika tak ada yang mengaturnya. Kita serahkan semua kepada yang mahacinta. Hanya itu yang bisa kita lakukan, saat  jarak tak bisa kita bunuh seketika. Aku ingin kau mengerti, di sini aku juga sedang berjuang sepenuh hati. Sama seperti aku percaya; di sana kau juga sedang berjuang untuk mempersiapkan segala rencana yang akan kita jalani nanti. Kalau rindu datang lagi kepada kita, menumpuk dan membuat kita merasa hampir gila. Berserahlah kepada yang mahacinta, sebab tiada cinta tanpa keinginan-nya.

Yanuar I 15/o4/2015

Setelah Hujan Reda










Setelah Hujan Reda


Hujan pernah merebut seseorang dariku. 
Ia merampas kebahagiaan yang tumbuh di dadaku.
 Ia memaksa aku menjadi sendiri.
                                             Hujan juga pernah membuat janji kepadaku. 
                                              Ia tak akan jatuh lagi di mataku. 
                                              Tapi ia berdusta, ia meninggalkan aku tanpa permisi.
Saat aku merasa hujan hanya datang untuk menyakiti, kamu hadir. 
Mengajarkan aku bahwa Tuhan tak menciptakan hujan untuk bersedih, tapi Ia menyiapkan hujan untuk merasa kita pulih.

Aku sadar, terkadang orang yang kita cintai diciptakan Tuhan bukan untuk dimiliki, 
tapi aku ingin Tuhan menciptakanmu untuk memilikiku.

Jangan MeragukanKu Walau Sepatah Kata.


Jangan Meragukanku Walau Sepatah Kata.

Tetaplah menjadi seseorang yang mampu meluluhkan hatiku, seperti sejak saat pertama kali aku mengenalmu. Sebab cinta selalu bisa memilih bersama. Selalu menjadi kuat denganku, menghadapi apa saja yang menawarkan pilu. Kita hadang sedih-sedih yang datang, kita buang segala hal buruk yang akan merusak kenangan. Denganmu apa saja semua akan terasa lebih baik. Denganmu aku ingin menempuh jalan berbatu dan menyebrangi bukit-bukit. Menemukan tempat bertenang sebahagia. Menikmati pahit manisnya jatuh cinta. Kita bangun hidup dengan suka cita. Kita tempuh jalan-jalan yang tak pernah kita duga. Lalu pulang membawa bahagia.

Perasaan bisa jatuh kepada banyak hati, namun aku memilih untuk berhenti. Denganmu saja, tak perlu kau tanya lagi. Kita susun rencana-rencana, kita jalani dengan jatuh dan bangunnya cinta. Kita jaga segala hal yang kita tanam penuh rasa suka. Jangan biarkan lara dan duka berlama-lama. Peluk aku dan rasakan segalanya untukmu. Rasakan rinduku yang berjaga ditenang dan gusar lelapmu. Kelak kita akan mengenang lagi bagaimana kita melalui semua ini. Pada waktu itu aku ingin kau tersenyum dan menyadari, kau memang tak akan pernah terganti. Kita adalah dua hati yang akan susah senang tetap mencintai.

Banyak yang menawarkan dan bisa membuat bahagia. Namun kau saja yang ingin kujadikan seseorang yang disebut berdua. Teman hidup berbagi banyak perkara. Orang yang akan kupeluk saat rapuh pun bahagia. Tempat mencurahkan segala rasa di dada. Kau saja, cinta. Jangan meragukanku walau sepatah kata. Sebab tak ada yang lain yang mampu membuat jatuh cinta sedalam-dalamnya jatuh cinta. Kau cinta itu, rindu berlabuh kepadamu. Aku menemukan sesuatu yang lebih agung dari sekadar peluk saat bertemu bersamamu.

Kemana saja pergi hati kubawa, kau saja yang ingin kuingat, meski begitu banyak yang menarik terlihat. Meski begitu banyak perasaan baru mendekat. Namun  di dadamu setiaku mengikat. Tidak akan luluh oleh apa pun juga, selain luluh sebab  semua yang berasal darimu saja. Kau tidak perlu mencari lagi, seperti aku yang selalu ingin kembali. Bersenang-senanglah di kepala, jaga semua perasaan baik yang tumbuh di dada, berdua kita rajut kenangan yang nanti akan terasa indah diingat kala usia mulai senja.


Yanuar I 15/04/2015